Perjalanan

May 28, 2012 at 12:35 pm | Posted in Uncategorized | 2 Comments

Seolah bertemu kembali dengan pacar lama, ada hal yang ingin aku ungkap tapi tak tau bagaimana menyampaikannnya. Tak tahu bagaimana harus bicara. Lembar peristiwa lama tak ku sapa. Hari ini aku hadir kembali, atau mungkin akan pergi lagi.

Mengapung lagi, di blogspare, setelah beban-beban yang menenggelamkan aku dalam kesibukan.

No Title Post

November 15, 2010 at 4:11 pm | Posted in curhat, puisi | Leave a comment

ada yang menyesak di hatiku, …
mungkin karena petikan gitarmu di senja itu
kau tahu betul bahwa aku akan menuruti apapun maumu kalau kau petik gitar itu
tatapan itu, petikan itu, ah, kau pemalu

teringatku pada masa lalu
miming, lelaki dengan tato di sekujur lengan kirinya, motor balap, mobil hijau
dia yang pernah memilikiku, kumiliki, lelaki semuda ini telah jadi bapak
mungkin empat tahun lagi dia akan menduda kemudian mencariku
membasuh kedua kakiku, lalu mengelapnya, kemudian aku yakin aku akan gila

Tapi kini ku dibuat resah oleh petikan gitarmu
dan kau tak jua bernyanyi
mungkin kau juga sama sepertiku, ingat orang-orang yang kehilangan di Tanah Air kita
akhirnya kau berkata juga’ “kadang kala kita boleh melupakan mereka”

*NO NAME BAND

Cinta dan Kasih Sayang Tuhan

November 6, 2010 at 11:43 pm | Posted in manusia, protes, Tuhan | 2 Comments

Tawa Engkau minta, harta Engkau minta, nyawa juga Engkau minta. Semua milikMu, bisa Kau ambil kapanpun dan dengan cara bagaimanapun.
Lalu Kau bilang, ini adalah cinta, kasih sayang dan hikmah..
Tuhan, mari bicara dari hati ke hati, yakinkan aku bahwa mereka akan baik-baik saja..

Aku Benci Puisi Ini

November 1, 2010 at 3:14 am | Posted in hidup, puisi, terluka | 2 Comments

telah hampir dua minggu
entah dikehendakii oleh kebetulan yang mana
laptop usang ini terkapar tak bicara

hari ini kubuka jendela pertama, KOMPAS dot com
berita headlinenya tentang bencana
Tsumani Mentawai dan meletusnya gunung Merapi Yogya

hanya kubaca judulnya saja, lalu termenung
kuhentikan gigitan roti yang kebeli pagi tadi
tak berani kubaca isi beritanya
dan kutulis puisi ini, lalu aku membencinya

masih perlukan membaca laporan yang entah ditulis
oleh waratawan yang mana
hatiku pilu, terluka, berdarah
dan aku tak berbuat apa-apa

Kesombongan dan ketololan ini
aku menyebutnya sebagai puisi
Keparatlah aku!

Ke(k-s)alahan

October 17, 2010 at 12:53 pm | Posted in curhat | Leave a comment

Mengetik, mengetik, dan mengetik.
Menulis, menulis dan menulis
Membaca, membaca dan membaca

Aku ingin berpuisi tapi lupa bagaimana
Aku ingin mencintai tapi lupa bagaimana
Aku ingin hidup tapi lupa bagaimana caranya
Aku ingin kau hidup lagi, muncul kembali

Aku rindu kau

Judul

October 17, 2010 at 12:42 pm | Posted in curhat | 2 Comments

Kata pa Ben, aku ini perempuan yang sedang memendam amarah dan kekecewaan dan juga patah hati. Namun, tak bisa berbuat dan meluapkannya.

Maka dengan serta merta aku mengiyakannya. Dia mengatakannya saat aku baru sebulan mengenalnya.

Ternyata mengenal bukan hanya tahu, tapi lebih dari itu adalah memahami.

Kembali

September 8, 2010 at 4:21 pm | Posted in tanya | 1 Comment

Menulis, untuk apa?

12.19 am
9-9-2010

Tentang Kesepian Kita

January 31, 2009 at 4:18 am | Posted in asmara, hidup, tanya | 4 Comments

Hanya tentang kehilangan. Aku tak tahu. Tak mengerti. Jarak. Aku terhempas jauh dari kewarasan. Mungkin bukan gila. Hanya menderita. Dan hanya tentang kehilangan.

Pengalan demi pengalan kalimat aku tak tau lagi bagaimana menyusunnya. Yang aku peduli hanya bagiamana caranya berbahagia. Sedang aku harus selalu ingat bahwa aku hanya berdiri sendiri dan dunia yang harus aku lawan.

Baiklah!

Bila seorang wartawan kere dan kesepian melamar perempuan yang kebetulan sendirian, maka apalah yang pantas di katakan. Kebahagian hanyalah untuk dilupakan. Kau bilang jangan mencari kebahagian, seperti halnya kau mencari Tuhan, karena tidak akan pernah kau temukan. Kehadirannya hanya bisa kau rasakan, katamu.

Dahulu kau juga pernah kerkata, dua orang yang saling mencintai dan memutuskan untuk hidup bersama, berarti mereka adalah pengecut yang takut hidup sendiri. Saat ini aku lebih suka kalimat ini daripada pinangan itu. Mungkin hidup dalam kekosongan lebih nyaman.

Sayang, detik ini aku mengerti sejauh mana uang bisa menjadi berati. Dan suatu saat aku berharap bisa memahami perlukah harga diri dan martabat diperjuangkan?

Dan akuragu, telahkan aku berbahagia, atau mungkin saja aku tak pernah memulainya.

Semua hanya akan berakhir dengan kehilangan!

Thank You!

January 1, 2009 at 10:28 am | Posted in hidup, manusia, pendapatku | 12 Comments

Saya cenderung punya pandangan yang berbeda dengan kebanyakan orang, lalu apakah itu berarti saya tidak normal? Tentu saja tidak! Itu menurut saya, saya hanya berbeda, ya hanya berbeda!

Ucapan “selamat tahun baru” atau “selamat ulang tahun” atau ucapan-ucapan yang sejenis bagi saya hanyalah basa-basi! Saya tidak pernah mengucapkannya kepada seseorang, namun bila yang bersangkutan memberikan ucapan terlebih dahulu, saya juga akan mengucapkannya sebagai ucapan balasan. Ironis kan?

Entahlah, menurut saya hal itu tidak perlu, apalagi untuk merayakannya.

Saya memang berbeda, dan hal itu tidak merugikan siapapun, tidak menyakiti siapapun.

Atau bila seandainya saya menjadi seorang ibu sebelum [tanpa] menikah itupun tidaklah aneh, hanya saja berbeda! Seorang ibu tetap saja harus mengandung selama 9 bulan, menyusui, merawat, dan melindungi anaknya.

Tetapi siapakah yang mengerti tentang perbedaan?? Perbedaan adalah dosa menurut kebanyakan orang. Maka sebaiknya dihindari dan dihukum!

Selain perbedaan siapa juga yang mengerti tentang “serakah”? Menurutku berpikir memiliki sepenuhnya gaji bulanan sendiri adalah sikap serakah, apalagi sampai membayangkan ingin menggunakan [utang] uang teman!

Dan satu lagi sebuah cerita murahan tentang keadilan. Menurutku yang berpotensi besar menindas sesamanya adalah pemalas! Bila kau bersama dengan seoarang pemalas dan bekerja sangat lambat pula, maka bersiaplah untuk ditindas, karena semua sisa pekerjaan yang belum terselesaikan akan menjadi tanggung jawabmu! Dan keesokkan harinya pemalas yang sangat lambat pula itu akan merasa telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, walau entah sadar atau tidak dia telah merenggut sebagian waktu senggang rekan kerjanya sehingga rekan kerjanya harus kehilangan waktu untuk membaca buku dan membaca beberapa entri baru di blogsphare. Yang seperti ini sialan kan?!

Ah, Thank You!

Ps: Judul posting ini saya comot dari jdul film korea yang saya tonton beberapa hari yang lalu. Tentang anak umur 7 tahun yang terkena AIDS karena transfusi darah.

Wanita

December 26, 2008 at 6:06 pm | Posted in manusia, prasangka, protes, tanya | 20 Comments
Tags: , , ,

diana_011

Jadi wanita kadang cenderung lebih sarat dengan dosa, bagi yang tidak mampu menjaga amanah(?). Apakah apa yang ada pada wanita sesungguhnya adalah karya seni yang patut dipertontonkan pada umum. Tetapi wanita memang menarik untuk diexpos, buktinya saja banyak sekali dibahas tentang wanita, mulai dari majalah, berita, fashion (yang lebih dominan adalah untuk wanita). Herannya para perancang busana mendesian busana untuk wanita justru betujuan untuk menonjolkan lekuk tubuh dan sebagian besar bagian tubuh wanita. Sedangkan mendesain untuk laki-laki justru tertutup dan belapis-lapis, sudah pakai kemeja masih dilengkapi rompi atau jaket, dan jarang sekali laki-laki tampil mengenakan pakaian pedek, aneh ya..Padahal sebagian dari perancang busana adalah laki-laki, jadi siapa sesungguhnya yang mendorong wanita untuk berpenampilan seksi???

Jawabanya adalah laki-laki, kalau saja laki-laki cenderung menyukai wanita yang santun dalam segala hal pasti tidak akan mendorong wanita untuk tampil seksi.

Dan sesungghnya apa yang diharapkan wanita yang telah berhasil menarik perhatian laki-laki pada keindahan ‘bodynya’??

Next Page »

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.