Surat
August 23, 2008 at 6:20 pm | In asmara | 1 CommentUntuk Miming,
“Kenapa kau tinggalkan aku?”, tanyaku.
“Karena aku tidak suka setelah melihatmu!”, jawabmu.
Penggalan kalimat itu, kau ingat kan?
Tak ada yang salah dari alasanmu. Benar. Siapapun berhak berubah, berhak memilih.
Sekedar kilas balik, Miming. Tentang masa lalu. Bagiku masa lalu tidak harus dilupakan, baik yang senag maupun yang menyedihkan. Masalalu adalah sejarah hidup, Miming. Aku tak kan melupakan masa lalu itu, tapi akan senantiasa belajar menempatkannya, pada sisi yang sebijak mungkin.
Kurang lebih dua tahun yang silam, kita bertengkar!! Saling mengutuki, saling mencela, saling menyalahkan! Hal itu merupakan proses yang berat bagiku, sekaligus sangat berharga.
Dan..
Devi! Aku terpikat pada gadis itu! Dia, gadismu yang sekarang! Selamat Miming! Aku ikut bahagia!
Yah, dua tahun aku menantikan. Kau minta maap padaku! Atas ingkar, atas penghianatan. Tapi sudahlah, bukankah semua tetap berjalan lancar-lancar saja. Tidak ada yang perlu dirisaukan!
Ternyata kau cukup tangguh, Miming. Mampu menghadapi nuranimu. Karena kau tau? musuh seorang penghianat adalah sebuah hati (nurani), bukan hati yang dihianati, tapi hatimu sendiri. Dan kau benar-benar tangguh!!
Kalau bicara soal salah, tentu aku tak luput dari salah. Tapi aku bukan penghianat! Aku bukan!!!
Aku telah mengakui kesalahanku, keburukkanku, dan aku mau minta maap padamu!!
Aku memohon maap atas segala salahku, Miming…!! Aku mohon ridhomu, kerelaanmu..!!
Dan aku menyadari, sesungguhnya persoalan telah selesai di sini!
Aku tidak memerlukan “kata maap” darimu, Miming, bila hanya agar aku lebih merasa s(t)enang.
Surat ini sekedar permohonan maap dan kilas balik, tentang sebuah sejarah, aku dan sebuah nurani yang telah mati!
Hong Kong, 24 Agustus
02.16 am
Gattyna
1 Comment »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Miming, seorang kekasih yang romantis, perhatian, dan baik.. walau pada akhirnya dia memilih untuk berhianat.
Dia yang berhianat, tapi dia juga membenci yang dihianati, tidak mau minta maap, hal itulah yang menjadi pertanyaan, kenapa?? kenapa? dan kenapa?
Kisah telah selesai, tinggal sejarah, tapi kenapa tak mau kenal aku lagi?
heran..sungguh lucu.. hiks..hiks..
*hanya berusaha memahami sebuah peristiwa yang gak penting
*
sebenarnya meranalah orang yang menemukan blog ini, karena akan menemukan sekumpulan “limbah”..
Comment by mengejaperistiwa — August 23, 2008 #