Mencari Lingkaran dan Pasangan; Tuhan Bukan Satu-satunya Yang Abadi

September 10, 2008 at 3:24 am | In Tuhan, islam, pendapatku, tanya | 11 Comments

Postingan yang sering muat dan laris saat ini adalah tentang Tuhan dan seperangkatnya. Tetapi memang, semua yang ada di semesta ini tak mungkin lepas dari Nya, hal itu menjadi niscaya bagi yang percaya bahwa Dia ada.
Sepertinya Tuhan menciptakan segala di semesta ini berupa lingkaran, dan berpasang-pasangan. Setiap siklus selalu membentuk lingkaran, dan setiap sesuatu selalu berpasangan. Tuhan berpasangan dengan hamba (benarkah demikian?), pasang dan surut, gelap dan terang, laki-laki dan perempuan, laut dan darat, air dan api dan tentu saja semua hal (sesuatu). Ya!

Dan siklus, sepertinya setiap siklus akan selalu berupa sebuah lingkaran, di mana titik awal itu dimulai, maka titik akhirpun juga akan di sana. Manusia berasal dari tanah dan kembali ke tanah, peredaran planet-planet selalu membentuk lingkaran (berputar dari titik awal dan kembali ke titik awal, tapi entah dalam sebuah lingkaran di manakah titik awal itu), matahari selalu kembali kepada pagi. Ya, ada yang mengatakan sebagai perulangan abadi. Konsep penciptaan alam ini sepertinya selalu menggunakan dua hal tersebut, lingkaran dan berpasangan.

Dari tiada, ada dan kembali tiada. Tetapi benarkah akan kemabali pada tiada?. Bila sesuatu pernah ada maka tidak mungkin akan benar-benar musnah, meski tidak ada lagi masa yang membungkusnya, meski ditiadakan oleh Tuhan sekalipun. Karena segala sesautu akan meninggalkan sejarah, dan satu-satunya sesuatu yang tak kan pernah musnah selain Tuhan adalah sejarah. Meski semesta ini telah lenyap, sejarah tidak akan dapat diingkari, oleh siapapun, bahkan Tuhan.

Dia tak kan mungkin mengingkari bahwa Dia pernah menciptakan manusia, meski manusia itu telah ditiadakanNya. Manusia, iblis, malaikat, alam semesta ini bisa saja lenyap hanya dalam satu kalimatNya, “Kun fayakun!”, musnahlah, maka musnahlah!. Tapi sejarah tidak akan pernah lenyap, tidak akan pernah lenyap.

11 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. *sembunyi, sebelum dikepung masa dan fpi :mrgreen: . sebelum dikatakan sesat, tapi sebenarnya saya lebih takut kepada yang Maha Cemburu, saya takut Dia ngambek dan marah pada saya karena postingan sesat ini, Ya Allah ampuni aku!! *

  2. Hmm…

    Ini mirip Gentoleisme. :mrgreen:

  3. *berusaha merubah sejarah*

    Eh, tapi berubah doank ya? Tidak hilang.

    *mikir lagi*

  4. pasangan hamba setahu saya adalah kuasa. Tuhan tidak punya pasangan karena Dialah siklus sejati. segala sesuatu yg ada di alam semesta [katanya] tak akan musnah, tapi hanya diaransemen ulang.

  5. @gentole
    hmm..
    saya gak tahu harus bangga atau muram bila dimiripkan gentolisme :mrgreen:

    @dana
    kalau sejarah gak pernah berubah kayaknya, bang dana. :-) apa yang telah terjadi itulah sejarah (definisi awut-awutan), jadi gak mungkin kita merubah sesuatu yang telah terjadi.
    *menghubungi nyai wiki dan mbah google, sejarah??*

    @pak jenang
    iya, pak, mungkin memang demkian. tetapi menurut saya Tuhan lah yang memiliki kuasa itu, yang maha memrintah dan harus dipatuhi, jadi saya ambil subjeknya saja. tapi kalau tentang siklus Tuhan, saya gak tahu, apakah dia pernah berawal? (seperti pertanyaan pak gentole kemaren). karena sikuls hampir sama dengan proses, di sana terdapat titik-titik tertentu, Tuhan mungkin tidak pernah mengalami yang demikian, Dia tetap saja begitu.

  6. Tuhan kalo dipasangkan hanya bisa dengan dirinya sendiri. Maha Awal sekaligus Maha Akhir. lho siklus…

  7. Bisa dirubah kok. Lihat saja bagaimana soeharto merubah sejarah. :lol:

  8. @ pak jenang
    *merenungi komentar sampeyan…*
    sepertinya memang demikian..

    *manggut-manggut*

    tetapi lagi seperti contoh saya di atas (posting), pasangan adalah kebalikan (lawan) dari hal itu sendiri, misalnya materi berpasngan dengan antimateri, malaikat dan iblis, dan Tuhan dengan hambanya (mungkin saja Tuhan akan kesepian bila tidk menciptakan hamba untuk menyembahNya)..

    (terus terang postng ini terinspirasi dari Malaikat dan Iblis)

    *masih kekeh pertahankan pendapat :mrgreen: *

    @ dana

    ya bang dana..
    tapi sejarah saya yang ini adalah sejarah yang dicatat Gusti Allah, jadi gak bakal bisa dimanipulasi siapapun.. :-)

  9. ehm…

  10. Tuhan, Cinta, Lingkaran,

    “maktub”

    adalah sederatan pengertian yang berlapis bawang.
    semakin di kupas,,,semakin kita temukan berlapis lapis kemajemukan kata…tanpa klimaks terjemahan.

    tak ada yang menghubungkan zenith dan nadir .
    tak seperti eustachius yg menghubungkan kedua rongga
    tak ada tangga menuju pemahaman rahasiaNya

    ah..kata kata
    entah tentang apa..

    “biarkan huruf terpenjara di antara koma dan alinea”

  11. *baca komen di atas*
    maktub??
    jadi keinget the Alchemist :roll:
    yeah, may be, it could be that way..


Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.