Surat (II)
September 12, 2008 at 2:05 am | In asmara, nglantur | 2 CommentsUntuk Miming, kawanku
Tahun ini, ramadhan ini, lebaran ini…
Aku tak ingin menelpon km
Karena aku tak bisa membedakan suaramu yang sepertinya sedang menyesal atau,
suaramu sedang merasa enggan…
Aku tak ingin membuatmu merasa tak nyaman
Miming, sepertinya tulisan juga mampu menggemakan bunyinnya sendiri…
Bahkan mungkin akan lebih kau dengar dibangding suaraku sendiri…
Maka, bacalah dan maapkanlah aku…
Aku pernah berdosa padamu…
Aku pernah mencintaimu…
Aku mohon maapkanlah aku…
Miming,
Setiap dosa harus selalu ditebus…
Sedang perbuatan baik dan cinta akan selalu mendapatkan hukuman..
Selamat Lebaran, Miming, kawanku…
2 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
*merhatiin, sambil garuk-garuk alis*
Comment by esensi — September 13, 2008 #
*menatap memohon pengertian*
Comment by peristiwa — September 15, 2008 #