Minta Maap, Kewajiban atau Kebutuhan?
September 30, 2008 at 3:27 am | In Idul Fitri, pendapatku, tanya | 5 Comments“Memaapkan (mungkin) tidak bisa memperbaiki masa lalu, tapi pasti memperindah masa depan”. -Teguh Mario-
Maka bagi para pengujung mohon bermurah hati untuk memberikan maapnya atas segala kekeliruan dan kekhilapan saya.
Ya, hari raya Idul Fitri masih menjadi sarana yang saya manfaatkan untuk memulai hubungan yang lebih mesra dengan orang-orang yang pernah saya kenal. Saya memaapkan dan mereka juga demikian.
Saya ingat waktu di kampung dahulu, seolah hari raya Idul Fitri adalah puncak dari segala kebaikan. Segala sesuatu disiapkan untuk hari raya, rumah yang bersih, makanan yang lebih dari biasa, baju baru, bahkan minta maap dan memaapkan pun juga dipersiapkan untuk hari raya. Begitu istimewanya hari raya Idul Fitri.
Entahlah baik atau tidakkah terlalu mengistimewakan hari itu?
Dan ada pertanyaan di hati saya, apakah segala kesalahan pantas untuk dimaapkan? Memaapkan tanpa syarat?
5 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Hahaha gak nyangka melihat kutipan Mario Teguh lagi. Maaf itu tidak ada hubungannya dengan salah atau benar bukan? Maaf itu soal sakit hati aja. Gakada urusannya ama orang lain?
Ah, apalah itu.
Mohon maaf lahir batin jugalah.
Comment by gentole — September 30, 2008 #
@gentole
*
*yah kutipan Teguh Mario memang pasaran
lha..??
memang begitu??
apa hal yang menyalahi kita tidak menimbulkan rasa sakit hati?? *halah..apa pula ini?*
iya lah, saya maapkan sampeyan (sebenarnya gak tau pernah sakiti saya gak yah..? eh..tapi kayaknya sering gitu..
)
saya juga mohon maap lahir batin juga.
Comment by mengejaperistiwa — October 2, 2008 #
minta maaf dan atau memafkan, itu sebagian dari cara “memafkan diri”, membersihkan kotoran yang menutupi dan mengaburkan jalan yang akan kita lalui.
btw, kalau pas lebaran … liburan jugakah disana ??
Comment by watonist — October 2, 2008 #
sugeng riyadi.
Comment by sitijenang — October 6, 2008 #
@ pak watonist
iya, saya setuju dengan sampeyan..
lebaran gak ada libur sih sebenarnya, tapi kalau mau boleh minta libur, dan bagi saya kadang bekerja lebih menyenangkan dari itu..
@pak Jenang
sugeng riyadi..:-)
Comment by mengejaperistiwa — October 7, 2008 #