Hal-Hal Yang Tertunda

October 7, 2008 at 2:30 pm | In asmara, hidup, prasangka | 19 Comments

Hari ini semua dosa telah tertebus
Semua khilaf telah termaafkan
Semua hal-hal yang tertunda telah selesai
Siapa yang salah dan benar tak penting lagi
Yang paling penting rasa kemanusiaan masih ada
Kewajibanku untuk masa lalu telah selesai hari ini
Terima kasih, Miming

*

Akhirnya kau kawin juga, lelaki keparattt.
Setelah kau…
Memperkosa kelembutanku
Melukai martabatku, harga diriku
Mencuri hak-hak ku
Menghapus kepercayaan tentang kesetiaan
Membuatku mencintaimu…dan menganiayaku dengan hal itu

Tapi entah terbalut lahar, gunung api, jurang tajam, keangkuhan, dendam, meski telah tenggelam dalam perut bumi, meski tak dapat kudengar suaramu lagi, meski telah ditumbuhi benci, cinta itu tetap ada di hati, tetap suci bersama lantunan doaku pada Illahi. Dan entah cinta macam apa???

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.