Wanita

December 26, 2008 at 6:06 pm | In manusia, prasangka, protes, tanya | 20 Comments
Tags: , , ,

diana_011

Jadi wanita kadang cenderung lebih sarat dengan dosa, bagi yang tidak mampu menjaga amanah(?). Apakah apa yang ada pada wanita sesungguhnya adalah karya seni yang patut dipertontonkan pada umum. Tetapi wanita memang menarik untuk diexpos, buktinya saja banyak sekali dibahas tentang wanita, mulai dari majalah, berita, fashion (yang lebih dominan adalah untuk wanita). Herannya para perancang busana mendesian busana untuk wanita justru betujuan untuk menonjolkan lekuk tubuh dan sebagian besar bagian tubuh wanita. Sedangkan mendesain untuk laki-laki justru tertutup dan belapis-lapis, sudah pakai kemeja masih dilengkapi rompi atau jaket, dan jarang sekali laki-laki tampil mengenakan pakaian pedek, aneh ya..Padahal sebagian dari perancang busana adalah laki-laki, jadi siapa sesungguhnya yang mendorong wanita untuk berpenampilan seksi???

Jawabanya adalah laki-laki, kalau saja laki-laki cenderung menyukai wanita yang santun dalam segala hal pasti tidak akan mendorong wanita untuk tampil seksi.

Dan sesungghnya apa yang diharapkan wanita yang telah berhasil menarik perhatian laki-laki pada keindahan ‘bodynya’??

Gendjer-Gendjer

December 26, 2008 at 5:51 pm | In Tuhan, asmara, hidup, tanya | Leave a Comment
Tags: , ,

malam ini aku menunggumu, tak tau kenapa.
aku ingin berbincang, berdiskusi atau sekedar ingin dekat denganmu
meski bila dekat aku kan menemukan ketakutan baru
rupanya kau diciptakan dari kegelisanhanku
*aku tahu (k-K)au tak kan pernah hadir*

Tak sepadan, judul dan isinya tak sepadan. Gendjer-gendjer adalah judul lagu Jawa yang aku tak bisa menyanyikannya. Meski aku adalah orang Jawa. Sebenarnya apakah begitu penting untuk menjadi Jawa?
Begitu juga Raden Mas Minke pernah bertanya!

Mungkin dalam hari-hari ini aku akan lebih banyak mencatat, dan sedikit berbicara.

chairilanwar1

Tak Sepadan, oleh Chairil Anwar 1946

aku kawin beranak dan berbahagia
sedang aku mengembara serupa ahasveros
dikutuk disumpahi eros
aku merangkaki dinding buta
tak satu jua pintu terbuka
jadi lebih baik kita padami saja unggunan api ini
karena kau tak kan apa-apa
aku terpanggang tinggal rangka

Ternyata begitu banyak cara untuk menipu, dan begitu banyak pula cara untuk tertipu!

Antara Benar atau Salah

December 23, 2008 at 4:49 pm | In Indonesia, Tuhan, agama, hidup, manusia | 8 Comments
Tags: , ,

“Orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain”, kira-kira begitulah sabda Nabi Mohammad ketika ditanya salah satu umatnya siapakah orang yang baik di bumi ini.

Kenapa orang yang baik bukan orang yang selalu benar?? Pertanyaan besar bagi saya?

Lalu bagaimana dengan kasus Nur? Seorang pelacur dari Tulunggagung, yang kebetulan juga tempat kelahiran saya, kota yang tidak begitu saya sukai.

Dalam pandangan Goenawan Mohammad, Nur adalah Ibu Indonesia tahun 2008. Kenapa pula GM menobatkan Nur sedemikian terhormatnya? Bila menurut banyak orang  melacur adalah sesuatu yang sangat mengerikan?

Meski GM menyatakan bahwa Nur tidak pernah memilih menjadi pelacur, hal itu dilakukan juga. Demi ketiga anaknya, karena Nur ingin anaknya sekolah, agar anaknya menjadi lebih baik dari dia. Suatu pemikiran seorang ibu di negara-negara maju, atau karena Nur telah menyadari sesuatu, kebodohan, kemiskinan. Dimana hal itulah yang menciptakan dunia pelacuran, penderitaan dan sialnya,  kemiskinan seperti selalu memiliki wajah perempuan.

Nur tidak mengirim anaknya kepesantren atau yayasan. Karena Nur ingin mandiri, Nur hanya berbuat sesuatu dengan kemampuannya sendiri, menghidupi anak-anaknya tanpa menengadah kepada orang lain, tidak bergantung pada siapapun, bahkan juga tidak “bergantung” pada Tuhan.

Apakah Nur salah bila dia berguna bagi ketiga anaknya?

Agama tidak berdaya menghadapi hal semacam ini, begitu menurut GM. Mungkin GM bukan bermaksud menyerang agama, tetapi bertanya, apa yang “dilakukan” agama dalam kasus semacam ini? Adakah?

Yah, Nur adalah orang baik yang berdosa! Mungkin seperti itu.

Rindu yang Sia-sia

December 22, 2008 at 3:57 pm | In Tuhan, hidup, manusia | 6 Comments

Setelah lama tak posting sebernarnya aku tak ingin menabur sampah di blog ini! Sialan!! Tapi apa boleh buat aku sedang sakit, tak ada konsentrasi untuk menulis sesuatu meski bila sedang sehatpun postinganku juga gak mutu. Sialan!!

Rasanya ingin sekali mengumpat sepuasku. Tapi aku harus kontrol! Karena mengumpat terlalu banyak itu tidak baik :mrgreen: . Sialan!!

Tuhan, kenapa Kau selalu saja mengujiku? Kapankah giliranku boleh mengujiMu?

Orang tua dan saudara hanyalah sesuatu yang kebetulan

Tuhan sepertinya lupa menciptakan perasaan bagi kaum laki-laki

Aku ingin melupakan diriku sendiri

Rindu yang sia-sia

Rindu yang sia-sia

Rindu yang sia-sia

Tidak ada kopi yang tumpah

Hanya susu yang telah kering dari dada

 

Aku menangis!  Dan Tuhan masih saja ingin selalu dipatuhi!

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.