Antara Benar atau Salah
December 23, 2008 at 4:49 pm | In Indonesia, Tuhan, agama, hidup, manusia | 8 CommentsTags: Goenawan Mohammad, Pelacur, Tulunggagung
“Orang yang baik adalah orang yang berguna bagi orang lain”, kira-kira begitulah sabda Nabi Mohammad ketika ditanya salah satu umatnya siapakah orang yang baik di bumi ini.
Kenapa orang yang baik bukan orang yang selalu benar?? Pertanyaan besar bagi saya?
Lalu bagaimana dengan kasus Nur? Seorang pelacur dari Tulunggagung, yang kebetulan juga tempat kelahiran saya, kota yang tidak begitu saya sukai.
Dalam pandangan Goenawan Mohammad, Nur adalah Ibu Indonesia tahun 2008. Kenapa pula GM menobatkan Nur sedemikian terhormatnya? Bila menurut banyak orang melacur adalah sesuatu yang sangat mengerikan?
Meski GM menyatakan bahwa Nur tidak pernah memilih menjadi pelacur, hal itu dilakukan juga. Demi ketiga anaknya, karena Nur ingin anaknya sekolah, agar anaknya menjadi lebih baik dari dia. Suatu pemikiran seorang ibu di negara-negara maju, atau karena Nur telah menyadari sesuatu, kebodohan, kemiskinan. Dimana hal itulah yang menciptakan dunia pelacuran, penderitaan dan sialnya, kemiskinan seperti selalu memiliki wajah perempuan.
Nur tidak mengirim anaknya kepesantren atau yayasan. Karena Nur ingin mandiri, Nur hanya berbuat sesuatu dengan kemampuannya sendiri, menghidupi anak-anaknya tanpa menengadah kepada orang lain, tidak bergantung pada siapapun, bahkan juga tidak “bergantung” pada Tuhan.
Apakah Nur salah bila dia berguna bagi ketiga anaknya?
Agama tidak berdaya menghadapi hal semacam ini, begitu menurut GM. Mungkin GM bukan bermaksud menyerang agama, tetapi bertanya, apa yang “dilakukan” agama dalam kasus semacam ini? Adakah?
Yah, Nur adalah orang baik yang berdosa! Mungkin seperti itu.
8 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Dan agama masih berdiri pongah di menara gading itu.
Comment by danalingga — December 23, 2008 #
ini semua karena dogma bahwa manusia hidup untuk agama (dogma a-sosial), padahal misi awal kehadiran agama adalah sebaliknya
Comment by frozen — December 24, 2008 #
Siapakah Nur? Btw, kamu sudah menonton kumpulan film dokumenter Pertaruhan yang diproduksi Nia Dinata? Kayaknya lumayan bagus. Saya kelewat premiernyha waktu ada JiFfest kemarin. Kalo enggak salah filmmaker-nya ada yang dari Hongkong juga. ITu bukan kamu kan?
Comment by gentole — December 24, 2008 #
@ danalingga
bukannya agama tidak pernah berdiri sendiri?
@frozen (
barang yang gak fresh)ya, ya, ya..
@gentole
Nur adalah seorang pelacur yang diboyong ke Jakarta untuk urusan siapa saya juga gak jelas. Saya kenal Nur dari GM, tuh link-nya ada..
Sayang sekali film itu saya lom lihat, kalau The Sound of Music sudah *gak nyambung* *dijitak*.
halah, saya lebih cantik dari itu..
*dilempar sandal*
Comment by mengejaperistiwa — December 26, 2008 #
Iya itu tokoh Nur dalam filmnya Ucu Agustin dalam kumpulan film dokumenter produksi Nia Dinata. Iyaloh, dari Hongkong salah satu pembuat filmnya. Pakai jilbab pula. Tapi kalo merasa lebih cantik, maap deh. Btw, gak zaman sendal, sekarang zamannya sepatu! Hehehe
Comment by gentole — January 2, 2009 #
@ atas
oya..?! memang ada mungkin beberapa pemain dalam film itu (kalau gak salah dalam film Pertaruhan)yang melibatkan TKWsebagai pemainnya. Tapi yang diangkat tentang cinta sesama jenis (lesbi) yang belum tentu iya itu.Tapi yah, terserahlah, suka-suka yang membuat film. Kalau saya melihat banyak TKW Hong Kong yang aktif berorganisasi, menuntut ilmu dan bekerja.
.
lah cantik gak cantik, itu mah bercanda
ya sudah, karena saya seorang apologetis, maka Anda sudah dipersory
Comment by peristiwa — January 5, 2009 #
Lebih baik satu tangan memberi daripada seribu kepala menunduk berdoa
- Mahatma Gandhi
Comment by The Bitch — January 7, 2009 #
@ The Bitch
ya, setuju..!!
Comment by peristiwa — January 9, 2009 #