Gendjer-Gendjer
December 26, 2008 at 5:51 pm | In Tuhan, asmara, hidup, tanya | Leave a CommentTags: Chairil Anwar, Minke, Tak Sepadan
malam ini aku menunggumu, tak tau kenapa.
aku ingin berbincang, berdiskusi atau sekedar ingin dekat denganmu
meski bila dekat aku kan menemukan ketakutan baru
rupanya kau diciptakan dari kegelisanhanku
*aku tahu (k-K)au tak kan pernah hadir*
Tak sepadan, judul dan isinya tak sepadan. Gendjer-gendjer adalah judul lagu Jawa yang aku tak bisa menyanyikannya. Meski aku adalah orang Jawa. Sebenarnya apakah begitu penting untuk menjadi Jawa?
Begitu juga Raden Mas Minke pernah bertanya!
Mungkin dalam hari-hari ini aku akan lebih banyak mencatat, dan sedikit berbicara.

Tak Sepadan, oleh Chairil Anwar 1946
aku kawin beranak dan berbahagia
sedang aku mengembara serupa ahasveros
dikutuk disumpahi eros
aku merangkaki dinding buta
tak satu jua pintu terbuka
jadi lebih baik kita padami saja unggunan api ini
karena kau tak kan apa-apa
aku terpanggang tinggal rangka
Ternyata begitu banyak cara untuk menipu, dan begitu banyak pula cara untuk tertipu!
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.